Pemeriksaan skrining infeksi virus hepatitis B (HBV) dilakukan untuk berbagai alasan, termasuk untuk mengidentifikasi antibodi yang diproduksi sebagai respons terhadap infeksi HBV. Pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi antigen yang dihasilkan oleh keberadaan virus atau untuk mendeteksi keberadaan DNA virus.
Meskipun hepatitis B akut biasanya berlangsung kurang dari 6 bulan, hepatitis B kronis dapat bertahan seumur hidup, sehingga deteksi dini sangat penting untuk mencegah masalah kesehatan jangka panjang.
Dokter akan melakukan skrining hepatitis B ketika seorang pasien menunjukkan gejala dan tanda-tanda yang terkait dengan infeksi tersebut. Gejala-gejala tersebut dapat meliputi:
Dokter umumnya akan melakukan satu set tes sebagai penentu awal untuk infeksi HBV guna mengidentifikasi penyebab gejala yang diamati. Tes khusus lainnya mungkin dilakukan setelah diagnosis untuk memantau perkembangan penyakit, atau untuk menentukan apakah seseorang merupakan pembawa virus.
Berikut ini adalah ringkasan dari serangkaian tes yang biasanya digunakan untuk skrining awal infeksi HBV.
Meskipun pemeriksaan yang tercantum di atas spesifik untuk HBV, tes hati lainnya seperti aspartate aminotransferase (AST), alanine aminotransferase (ALT), dan gamma-glutamyl transferase (GGT) mungkin dilakukan untuk memantau dan mempelajari perkembangan penyakit lebih lanjut. Dokter bahkan mungkin melakukan biopsi hati untuk menentukan tingkat kerusakan hati.
Perawatan Profesional yang Dapat Anda Andalkan
Kantor Baru Grup DLS
Kami telah membuka kantor administrasi baru untuk mendukung operasional kami.
Alamatnya adalah:
545 Orchard Road
#10-09 Far East Shopping Centre
Singapura 238882
Semua layanan medis tetap beroperasi seperti biasa di keempat klinik kami.
Terima kasih!
Konsultan Bedah Senior
Konsultan Bedah Senior